HATI YANG KESAT DAN GERSANG oleh: Prof. Dr. Zakiah Darajat
Di dalam kehidupan pergaulan antara manusia dengan manusia diperlukan hati yang lembut, dapat menerima kenyataan-kenyataan serta dapat memahami orang lain. Hati yang lembut akan menciptakan daya tarik tersendiri yang membuat orang menjadi sangat dikagumi alias dicintai. Tetapi sebaliknya, ada orang-orang yang tidak disenangi sebagai akibat dari hati yang kesat dan gersang.

Demikian besar peranan hati dalam diri manusia, ia membuat seorang manusia dikagumi atau dibenci. Hal ini disebabkan karena hati menjadi ukuran dalam sikap dan tindakan. Seseorang yang bersikap, bertindak baik atau buruk dipengaruhi oleh perasaan, oleh hatinya sendiri.

Dalam Al-Qur'an dijelaskan di surat:3 ayat 159 yang artinya: "Maka disebabkan rahmat dari Alllah-lah kamu berlaku lemah lembut terhadap mereka. Sekiranya kamu bersikap keras lagi berhati kasar, tentulah mereka menjauhkan diri dari sekelilingmu."

orang-orang yang berhati lembut dapat dikenal dengan mudah dari raut air mukanya yang halus, ramah dan bersih. Dia banyak menarik perhatian orang-orang disekitarnya hanya karena ia lebih mudah bergaul, lembut bicaranya, dan mengerti persoalan yang dihadapi orang lain. Oleh karenanya banyak orang yang datang kepadanya hanya sekedar untuk mencari penyelesaian dari persoalan atau hanya menceritakan sesuatu yang dialami. Paling sedikit, persoalan-persoalan rumit itu dapat diatasi. Kalaupun tidak, karena orang yang berhati lembut memberi perhatian besar terhadap kesulitan orang lain, maka persoalan itu dapat diatasi secara psykologis. Sebaliknya, orang-orang yang berhati kesat dan gersang air mukanya memancarkan kekerasan dan ketegangan, sikapnya memantulkan kekakuan, bila berbicara kasar, cenderung membuat orang dihadapannya tersinggung dan kecewa. Segala sesuatu dihadapannya bernilai negatif, kalau ada sesuatu yang dapat atau berhak dibanggakan pada seseorang, maka dihadapan orang yang kesat hati menjadi lain.

Wajarlah bila orang tidak menyukainya. Sebab segala persoalan akan menjadi sulit, ketika persoalan itu dihadapkan pada orang yang berhati kasar tersebut. Atau boleh jadi juga, persoalan itu sama sekali tidak ditanggapi, mengingat bagi orang yang kesat hatinya, sesuatu harus memberi manfaat kepada diri sendiri, bila tidak maka tak ada waktu.

Sebenarnya hati yang kesat dan gersang tidak hanya menjauhkan seseorang dari masyarakat sekitarnya, tetapi juga akan memberi dampak negatif terhadap orang lain yang kebetulan berurusan dengannya atau orang yang dekat dengannya. Dalam kenyataan hidup misalnya, kita melihat seorang bapak yang kesat hatinya cenderung bersifat kasar, otoriter, memberikan komentar-komentar yang tidak menyenangkan kepada anaknya. Hal ini akan beakibat fatal bagi anak, dia tak akan berani mendekati ayahnya. Bahkan seorang anak yang kebetulan bernasib malang akan memendam perasaannya, mungkin disuatu ketika akan menjadi tekanan-tekanan dalam jiwanya, yang mengakibatkan stress. Gangguan kejiwaan ini cukup buruk akibatnya bagi pertumbuhan dan perkembangan fisik maupun mental sang anak, tergantung apakah sang anak dapat mengatasi kesulitannya itu atau tidak. Oleh karena itu di dalam pendidikan selalu diutamakan sikap yang lemah lembut, begitupun dalam kehidupan keluarga selayaknya hati yang kesat dan gersang dijauhkan semaksimal mungkin, harus ada kasih sayang dan hati yang lembut dalam membina pertumbuhan dan perkembangan anak.

Hati yang kesat dan gersang yang terdapat dalam diri seseorang, pada umumnya dipengaruhi oleh faktor lingkungan ketimbang faktor-faktor lainnya. Seperti kasus diatas, seorang anak yang kebetulan memiliki ayah yang kesat dan gersang hati boleh jadi mengikuti perlakuan dan sikap yang tidak baik yang dimiliki oleh sang ayah. Ini yang terjadi di lingkungan keluarga.
Di samping itu, dapat juga disebabkan lingkungan kerja yang mempengaruhi seorang pekerja. Terlihat fakta yang menunjukkan bahwa pekerja-pekerja kasar atau orang-orang yang dalam kehidupan sehari-hari banyak hal yang memerlukan 'kekasaran' seperti pekerja-pekerja di Lembaga Pemasyarakatan yang sehari-hari berhadapan dengan orang-orang yang kejam dan kasar, atau juga seseorang yang melakukan pengawasan terhadap kuli-kuli kasar, seringkali tergoda emosi, juga cenderung membawa sikap itu kedalam kehidupan sehari-harinya, dan menjadi kesat hati. Pengaruh ini masuk dengan perlahan kedalam hati seseorang, dan akan semakin besar pengaruh itu seirama dengan intensitas pergaulan tersebut.

Pengaruh lingkungan kerja yang membentuk hati menjadi kesat dan gersang itu akan membawa dampak negatif, apabilam sikap dan tindakan yang sama diejawentahkan di dalam kehidupan keluarga. Apabila dalam keluarga itu terdapat anak-anak kecil yang sedang dalam pertumbuhan, baik secaram mental atau spiritual mereka akan lebih mudah 'menyerap' hal-hal yang terjadi di sekitarnya, sesuatu yang diungkapkan oleh orangtuanya.

Sampai sejauh ini, hati yang kesat dan gersang akan membawa kesulitan bagi diri sendiri maupun bagi orang lain yang dipengaruhinya, secara sadar atau tidak. Demikianlah hati yang serupa itu dengan sendirinya mengambil 'bentuk' di dalam pribadi seseorang, lalu mewabah seperti hanya penyakit menular. Cuma barangkali proses penularannya memakan waktu yang panjang, juga tergantung pada kekuatan daya 'tolak' yang ada dalam jiwa.

Daya tolak terhadap hati yang kesat dan gersang di dalam Qur'an seperti yang tertulis di muka, dikatakan sebagai pemberian atau rahmat dari Allah. Oleh karena itu seseorang yang ingin bebas dan terhindar dari pengaruh hati yang kesat dan gersang tersebut perlu mencari dan mengejar rahmat Allah, dengan cara kembali melakukan ajaran-ajaran agama, melaksanakan ibadah agama, melaksanakan sholat, berdo'a, dan ibadah-ibadah lainnya.

Muhammad seorang nabi, dikatakan oleh Allah, berhati lembut karena mendapat rahmat dariNya. Begitu lemah lembut hatinya, sehingga semua orang mengakui kebesaran budi pekertinya, termasuk di dalamnya barisan perusuh dan orang-orang yang tidak menginginkan kenabiannya. Tetapi kendatipun demikian, beliau tetap berharap karuniat rahmat dari TuhanNya dengan menjalankan perintah dan menjauhi larangan agama, melaksanakan sholat, berdo'a bahkan lebih banyak dari siapapun. Pantaslah bila beliau dikenal sebagai orang yang berhati lembut dan sebaik-baik budi pekerti diantara siapapun.

on: 1
today: 1
total: 1109


2010